HUMBANGNEWS.id, Paranginan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program Prioritas Pemerintah Pusat, nampaknya belum dapat merata dinikmati siswa di kecamatan Paranginan Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan)
Hal itu disampaikan Hisar B Siregar Kepala Desa Pearung disela kesibukannya pada Jumat bersih 25/9/2026.
Ia menjelaskan hingga akhir September 2026 belum sekalipun SD dilingkungan desanya menerima penyaluran MBG dari Badan Gizi Nasional( BGN ). "Pada hal informasi yang beredar ditengah masyarakat,dapur SPPG yang disebut sebut untuk melayani MBG di Paranginan sudah selesai dikerjakan beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum beroperasi" sebutnya kesal.
Ia berharap SD didaerahnya segera dapat menikmati MBG.
Baca Juga:
Bersama Warga Camat Pakkat, Perbaiki Jembatan Gantung Aek Sirahar.
Kelima Kepala Sekolah tersebut saat dikonfirmasi secara terpisah membenarkan bahwa siswa siswi di sekolahnya belum pernah merasakan MBG. Ke lima Sekolah itu adalah UPT SDN 127 Pearung Silali, UPT SDN 128 Pearung, UPT SDN 135 Bahalimbalo, UPT SDN 132 Siborutorop, UPT SDN 131 Siborutorop.
"Benar, siswa kami belum pernah mendapat MBG, kami sangat berharap anak anak didik kami dapat merasakan MBG di Sekolah seperti siswa siswi disekolah llain" ujar salah seorang kepsek yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan dikalangan orang tua siswa pasalnya, dikecamatan lain seperti kecamatan Lintongnihuta misalnya, MBG sudah berjalan rutin bahkan PAUD pun sudah merasakannya sementara di Kecamatan Paranginan khususnya di 5 SD Negeri tersebut belum tersentuh sama sekali.
Baca Juga:
Disela Kunker Bupati Humbahas, Sempatkan Kunjungi Orang Sakit di Hauagong Pakkat
Orang tua siswa berharap Pemerintah Kabupaten Hmbang Hasundutan dapat segera memberi pemahaman " apa sebenarnya kendala, sehingga yang disebut sebut bangunan yang baru dibangun di Sisagu sagu desa Paranginan Utara itu belum beroperasi" ujar salah seorang Pria Parohbaya yang mengaku bermarga Siregar itu kesal.
Dia menambahkan Program MBG seharusnya menjadi hak anak sekolah untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar.
"Jangan sampai ada anak anak tertinggal hanya karena masalah pendistribusian"ujarnya sembari pergi ke ladangnya yang tidak jauh dari Sekolah di Pearung itu.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]